Di Taman Nasional Punti Kayu
terdapat keanekaragaman hayati yang bermacam-macam, Diantaranya ditemukan
beberapa jenis flora tingkat rendah, flora tingkat tinggi maupun fauna yang
bermacam-macam. Adapun jenis flora tingkat rendah misalnya lichen, lumut, dan
jamur. Adapun jenis flora tingkat rendah yang ditemukan di Taman Nasional Punti
Kayu adalah sebagai berikut:
1. Graphis
scripta
Klasifikasi
Kingdom :
Fungi
Divisi : Ascomycota
Kelas : Lecanoromycetes
Ordo : Ostropales
Family : Graphidaceae
Genus : Graphis
Jenis lichen lichenGraphis scriptabanyak ditemukan
dipohohon-pohon Tman Nasional Puntikayu, terutama pada pohon-pohon yang sudah
tua dan lapuk. Menurut Hardini (2010), lichen merupakan tumbuhan epifit pada
pohon-pohon, di atas tanah, terutamadi daerah tundra di sekitar kutub
utara.Tergolong tumbuhan perintis yang berperan dalam pembentukan tanah. Tidak
memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu
yang lama dan pertumbuhan talus sangat lambat. Lichen adalah spesies indikator
terbaik yang menyerap sejumlah besarkimia dari air hujan dan polusi udara.
Selain lichen ditemukan pula jenis lumut Andreaea
sp.
2. Andreaea
sp.
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisi : Bryophyta
Kelas : Musci
Ordo : Andreaeales
Family : Andreaeaceae
Genus : Andreaea
Spesies :
Andreaea sp.
Andreaea
spditemukan
pada beberapa jenis pohon yang tumbuh di Taman Nasiona Puntikayu, lumut ini
ditemukan pada permukaan batang pohon yang lembab. Biasanya pohon yang
ditumbuhi jenis lumut ini merupakan pohon yang tumbuh didekat air. Menurut Tjitrosoepomo
(1993), kingdom plantae meliputi organisme multiseluler yang telah
terdiferensiasi, eukariotik dan sel – selnya memiliki dinding sel selulosa.
Hampir seluruh anggota plantae sel – selnya mempunyai klorofil sehingga
bersifat autotrof atau dapat menyusun makanan sendiri. Yang termasuk plantae
adalah lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji. Selain Andreaea spditemukan juga jenis lumut Anomobryum filiforme.
3. Anomobryum
filiforme
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisi : Bryophyta
Kelas : Bryopsida
Ordo : Bryales
Family : Bryaceae
Genus : Anomobryum
Spesies :
Anomobryum filiforme
Lumut jenis Anomobryum
filiforme ditemukan pada pepohonan
pinus, dan merupakan jenis lumut yang mendominasi pada pepohonan pinus yang ada
di Punti Kayu. Menurut Syamsiah (2009), Anomobryum filiforme dapat ditemukan pada ketinggian 710 m di atas
permukaan laut dengan suhu udara 260C pada siang hari. Tubuh tumbuhan terdiri
dari rizoid, batang dan daun, tinggi + 1,8 cm. Daun kecil-kecil, tidak mempunyai
rusuk tengah, daun menutupi seluruh batang sehingga tidak tampak, hijau
kekuningan, susunan daunnya tidak rapat. Batang tegak, bercabang; bentuk
tumbuhan seperti benang (filamen). Beberapa spesies jamur juga dapat ditemukan
di Taman Nasional Punti Kayu
4. Ganoderma
lucidum
Klasifikasi
Kingdom :
Fungi
Divisi :
Basidiomycota
Kelas : Agaricomycetes
Ordo : Polyporales
Family : Ganodermataceae
Genus : Ganoderma
Spesies :
Ganoderma lucidum
Jamur Ganoderma lucidumditemukan pada pohon yang sduah tumbang, jamur ini
memiliki warna coklat agak kemerahan berpadu dengan warna putih pada bagian
tepinya. Menurut Suratno (2005), Jamur Ganoderma
lucidumtermasuk salah satu jenis jamur yang biasa tumbuh pada kayu dan
batang pohon. Pada umumnya memiliki badan buah berupa kipas, kerak, papan atau
payung. Jamur ini dapat berumur sampai beberapa tahun. Jamur jenis ini termasuk
jamur kayu yang lambat tumbuhnya namun tahan terhadap cuaca kering. Jamur Ganoderma lucidumdapat tumbuh dan
berkembang baikjika lingkungan dan sayarat tumbuhnya terpenuhi. Kondisi
lingkungan yang baik mempengaruhi pertumbuhan miselium dan badan buah. Selain
itu jenis Lentinula edodesdapat juga
ditemui di Taman Nasional Punti Kayu ini.
1. Lentinula
edodes
Klasifikasi
Kingdom :
Fungi
Divisi : Basidiomycota
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo : Agaricaless
Family : Marasmiaceae
Genus : Lentinula
Spesies :
Lentinula edodes
Jamur dapat kita temukan dibagian depan masuk Taman
Nasional Punti kayu tepat setelah memasuki pintu gerbang. Jamur ini ditemukan
pada jenis pohon yang sudah lapuk dan lembab berwarna putih dan agak
kecoklatan. Menurut Tjitrosoepomo (1993), jamur tidak mempunyai kromatofora,
oleh sebab itu umumnya tidak berwarna, tetapi pada jamur yang tinggi
tingkatannya terdapat bermacam-macam zat warna, terutama dalam badan buahnya.
Baca Juga





Tidak ada komentar:
Posting Komentar